Rukun Umroh Sesuai Sunnah (Panduan Lengkap & Dalil Shahih)



Pendahuluan

Umroh adalah ibadah mulia yang menjadi dambaan setiap Muslim. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Umroh ke umroh berikutnya menjadi penghapus dosa di antara keduanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Agar ibadah umroh diterima dan sempurna, penting bagi setiap jamaah untuk memahami rukun umroh sesuai sunnah Nabi ﷺ. Tanpa melaksanakan rukunnya, ibadah umroh dianggap tidak sah.

Apa Itu Rukun Umroh?

Rukun umroh adalah amalan pokok yang wajib dilakukan agar ibadah umroh sah. Jika salah satu rukunnya tertinggal, umroh tidak sempurna dan harus diulang.

Para ulama sepakat bahwa rukun umroh ada lima, yaitu:

  1. Ihram (Niat Umroh)
  2. Thawaf (Mengelilingi Ka’bah)
  3. Sa’i antara Shafa dan Marwah
  4. Tahallul (Mencukur atau Memotong Rambut)
  5. Tertib (Berurutan sesuai urutan sunnah)

1️⃣ Ihram – Niat Umroh dari Miqat

Ihram adalah niat memasuki ibadah umroh disertai memakai pakaian khusus ihram.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Amalan itu tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari & Muslim)

📍 Tempat Niat (Miqat):

Setiap jamaah wajib berniat di miqat sesuai arah datangnya, seperti dari Indonesia di Dzul Hulaifah (Bir Ali).

Lafaz niat umroh:

لَبَّيْكَ عُمْرَةً

“Labbaik ‘umrotan.”
Artinya: Aku penuhi panggilan-Mu untuk menunaikan umroh.

2️⃣ Thawaf – Mengelilingi Ka’bah 7 Putaran

Thawaf dilakukan sebanyak tujuh kali putaran mengelilingi Ka’bah, dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad dengan posisi Ka’bah di sebelah kiri.

Dalil Thawaf:

ثُمَّ لْيَقْضُوْا تَفَثَهُمْ وَلْيُوْفُوْا نُذُوْرَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوْا بِالْبَيْتِ الْعَتِيْقِ 

Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran498) yang ada di badan mereka, menyempurnakan nazar-nazar mereka, dan melakukan tawaf di sekeliling al-Bait al-‘Atīq (Baitullah).”499) (QS. Al-Hajj [22]: 29)

📿 Doa di Awal Thawaf (ketika sejajar Hajar Aswad):

بِسْمِ اللّٰهِ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ

“Bismillāh, Allāhu akbar.”
Artinya: Dengan nama Allah, Allah Maha Besar.

Jamaah boleh berdoa dengan doa apa saja yang baik selama thawaf, tidak harus doa tertentu.

3️⃣ Sa’i – Berjalan antara Bukit Shafa dan Marwah

Sa’i adalah berjalan bolak-balik antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali, dimulai dari Shafa dan berakhir di Marwah.

Dalil Sa’i:

۞ اِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَاۤىِٕرِ اللّٰهِ ۚ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ اَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ اَنْ يَّطَّوَّفَ بِهِمَا ۗ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًاۙ فَاِنَّ اللّٰهَ شَاكِرٌ عَلِيْمٌ 

Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah.43) Maka, siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sai44) antara keduanya. Siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri,45) lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah [2]: 158)

Doa di atas Bukit Shafa dan Marwah:

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِن شَعَائِرِ اللَّهِ

“Innaṣ-ṣafā wal-marwata min sha‘ā’irillāh.”
Artinya: Sesungguhnya Shafa dan Marwah termasuk syiar Allah.

Kemudian menghadap Ka’bah dan membaca:

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul ḥamdu, wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr.”
Artinya: Tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (HR. Muslim)

4️⃣ Tahallul – Mencukur atau Memotong Rambut

Tahallul dilakukan setelah selesai sa’i, sebagai tanda keluar dari ihram.

Dalil Tahallul:

لَقَدْ صَدَقَ اللّٰهُ رَسُوْلَهُ الرُّءْيَا بِالْحَقِّ ۚ لَتَدْخُلُنَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ اٰمِنِيْنَۙ مُحَلِّقِيْنَ رُءُوْسَكُمْ وَمُقَصِّرِيْنَۙ  لَا تَخَافُوْنَ ۗفَعَلِمَ مَا لَمْ تَعْلَمُوْا فَجَعَلَ مِنْ دُوْنِ ذٰلِكَ فَتْحًا قَرِيْبًا 

Sungguh, Allah benar-benar akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenar-benarnya, (yaitu) bahwa kamu pasti akan memasuki Masjidilharam, jika Allah menghendaki, dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala,696) dan memendekkannya, sedang kamu tidak merasa takut. Allah mengetahui apa yang tidak kamu ketahui dan sebelum itu Dia telah memberikan kemenangan yang dekat.697) - (QS. Al-Fath [48]: 27)

✂️ Bagi Laki-laki: disunnahkan mencukur habis (halq).
✂️ Bagi Perempuan: cukup memotong sedikit ujung rambutnya (sekitar 1 ruas jari).

5️⃣ Tertib – Melakukan Secara Berurutan

Semua rukun di atas harus dilakukan secara tertib, mulai dari niat → thawaf → sa’i → tahallul.
Jika urutan dilanggar, ibadah umroh bisa tidak sah menurut sebagian ulama.

🕌 Penutup

Melaksanakan rukun umroh sesuai sunnah Rasulullah ﷺ adalah bentuk kecintaan kita kepada beliau dan bukti ketaatan kepada Allah. Dengan niat ikhlas, tata cara yang benar, dan doa yang tulus, insya Allah umroh kita diterima sebagai amal saleh yang penuh keberkahan.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَاَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّٰهِ ۗ فَاِنْ اُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِۚ وَلَا تَحْلِقُوْا رُءُوْسَكُمْ حَتّٰى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهٗ ۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ بِهٖٓ اَذًى مِّنْ رَّأْسِهٖ فَفِدْيَةٌ مِّنْ صِيَامٍ اَوْ صَدَقَةٍ اَوْ نُسُكٍ ۚ فَاِذَآ اَمِنْتُمْ ۗ فَمَنْ تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ اِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِۚ فَمَنْ لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلٰثَةِ اَيَّامٍ فِى الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ اِذَا رَجَعْتُمْ ۗ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ  ۗذٰلِكَ لِمَنْ لَّمْ يَكُنْ اَهْلُهٗ حَاضِرِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ ࣖ

Sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Akan tetapi, jika kamu terkepung (oleh musuh), (sembelihlah) hadyu56)  yang mudah didapat dan jangan mencukur (rambut) kepalamu sebelum hadyu sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antara kamu yang sakit atau ada gangguan di kepala (lalu dia bercukur), dia wajib berfidyah, yaitu berpuasa, bersedekah, atau berkurban.57) Apabila kamu dalam keadaan aman, siapa yang mengerjakan umrah sebelum haji (tamatu’), dia (wajib menyembelih) hadyu yang mudah didapat. Akan tetapi, jika tidak mendapatkannya, dia (wajib) berpuasa tiga hari dalam (masa) haji dan tujuh (hari) setelah kamu kembali. Itulah sepuluh hari yang sempurna. Ketentuan itu berlaku bagi orang yang keluarganya tidak menetap di sekitar Masjidilharam. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Keras hukuman-Nya. - (QS. Al-Baqarah [2]: 196)

Ingin berangkat umroh dengan tenang tanpa khawatir urusan akomodasi dan bimbingan ibadah? Silakan luangkan waktu untuk berdiskusi dengan team travel umroh melalui Chat WhatsApp yang siap membantu perjalanan suci Anda lebih nyaman, aman, dan penuh makna. 

Posting Komentar

0 Komentar